Pimpinan Landing Casino Dilaporkan Ditahan di Kamboja

Pimpinan casino dan operator perhotelan Landing International Development Ltd, Yang Zhihui, dikabarkan telah menhilangkan diri selama beberapa hari ini.

Yang Zhihui adalah pemegang saham terbesar operator casino dengan kepemilikan 50,5%. Sementara Landing tidak merinci dalam catatannya ke Bursa Efek Hong Kong apakah mereka memiliki informasi tambahan tentang keberadaan pengusaha tersebut dan mengapa ia menghilang.

Namun, laporan telah muncul di seluruh saluran media Asia bahwa Yang telah ditangkap di Kamboja atas kasus korupsi besar-besaran.

Media China melaporkan pada beberapa sumber yang tidak disebutkan namanya bahwa pimpinan Landing ditangkap di bandara ketika mendarat di Kamboja. Namun, banyak berita menunjukkan bahwa alasan penahanannya tidak jelas, tetapi diyakini bahwa hubungan bisnis berbau korupsi.

Menurut kabar lain, Yang sedang menghadapi tuduhan untuk menyalurkan miliaran yuan China ke perusahaan swasta yang tak disebutkan selama bertahun-tahun.

Sementara, media Caixin lebih lanjut melaporkan bahwa Ketua Landing adalah tokoh kontroversial di seluruh komunitas bisnis Hong Kong karena keterlibatannya yang dicurigai tetapi belum dikonfirmasi dalam skema penipuan.

Landing mengaku mereka telah melihat serangkaian peristiwa yang tidak menguntungkan bagi pihak perusahaan selama beberapa minggu terakhir akibat hilangnya sang pimpinan, Yang.

Pihak Landing juga mengaku pada hari Kamis (23/8) lalu mereka telah  mengajukan ke Bursa Saham Hong Kong bahwa saham mereka merosot 33% hingga 35% setelah pengumuman hilangnya Yang.

Perusahaan Landing saat ini mengoperasikan resor terpadu Jeju Shinhwa World di Pulau Jeju Korea Selatan. Mereka juga telah melakukan grand opening awal tahun ini dengan 155 meja judi dan beberapa opsi judi dan non-perjudian lainnya.

Awal tahun ini, Landing juga mengumumkan rencana untuk membangun hotel dan resor casino senilai 1,5 miliar dolar di Filipina. Perusahaan menerima lisensi sementara dari regulator lokal PAGCOR dan memperoleh sebagian tanah di tempat yang dikenal sebagai Kota Hiburan di wilayah Teluk Manila.

Landing telah melakukan terobosan di resor pada 7 Agustus lalu namun Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah menghentikan proyek tersebut hanya beberapa jam setelah upacara peletakan batu pertama.

Durte mengatakan bahwa kontrak sewa yang telah diperoleh Landing untuk pengembangan resornya adalah basa-basi  dan bahwa ia tidak akan mengizinkan lagi resor perjudian di negara ini di luar yang sudah ada.

SHARE THIS ARTICLE WITH FRIENDS

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on google
Google+

2 Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published.